Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Bersilaturahmi Ke Kekasih Allah

Si Ganteng. Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Jumat, 20 Desember 2019 tepatnya Pukul 05:30 WIB, saya bersama Mamah Nyai Komariah, Alfis Safrudin dan Asep Fahza berangkat melakukan perjalanan spiritual atau sowan ke kekasih Allah. Tentunya dengan perbekalan makanan yang telah dipersiapkan Bapak dan Ibu selepas shubuh, kami berangkat dengan semangat. Tujuan pertama adalah bersilaturahmi ke Petilasan Bung Karno. Dari starting point Kauman Bojonegoro, berjalan ke arah selatan melewati jalan pegunungan berkelok, melewati Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar dan sampailah di Kota Blitar. Alhamdulillah kami sampai tempat tujuan sekitar pukul 10:01 WIB dan beruntungnya kami mendapatkan tempat parkir yang dekat dengan area pemakaman. Kami membeli bunga untuk nyekar di makam nanti. Pintu Gerbang Makam Setelah mengurus administrasi, tibalah kami di area pemakaman. Kami langsung bertawashul, dengan Hakikat Allah SWT, Syariat Paduka Muhammad Bung Karno, mem...

Hati Kering Tanpa Tashawuf

Screenshoot Instagram Kelompok Tertentu Baru - baru ini, sedang viral akun medsos kemenkeumengaji yang menyatakan bahwa Tashawuf adalah firqah bid'ah. Audzubillahi min dzalik . Entah didikan atau naungan ustadz siapa kelompok pengajian tersebut, yang jelas pernyataan tersebut membuat hati saya terketuk untuk menulis ini. Beragama harus secara menyeluruh, jangan setengah - setengah apalagi sepotong - sepotong. Tren beragama era sekarang adalah hanya mengkaji fikih, hanya mempelajari perkara halal - haram, siapa yang menguasai halal - haram dialah yang merasa paling faqih , paling beragama. Itu dari kacamata saya, mungkin sama dengan kacamata Anda. Sadar tidak sadar, hanya mengkaji fikih akan membuat pola pikir kita terlalu ketat, saklek dan kering. Ketat karena disetiap mata memandang yang terbayang adalah halal - haram, bukan mensifati dan mentadaburi apa yang dilihat. Saklek karena merasa paling beragama dan paling benar. Kering karena hatinya tidak diisi dengan dzikir ...

Betapa "Sakti" Sebuah Kalimat

Words. Sumber Gambar: Google Berbicara sudah menjadi kebiasaan sehari - hari bagi manusia karena merupakan alat komunikasi utama selain bahasa isyarat. Tapi siapa sangka bahwa dalam sebuah kalimat yang dilontarkan, dapat memberikan dampak yang luar biasa. Kalimat dapat menjadi sarana bangkit seseorang yang terpuruk, sarana mendapatkan hidayah dan sarana berbuat kebaikan lainnya. Saya sebutkan beberapa contoh sebagai berikut untuk kita renungkan bersama. Harapannya adalah kita menjadi lebih bijak lagi sebagai manusia, berhati - hati atas apa yang kita ucapkan, berfikir dan menghayati sebuah kalimat sebelum keluar dari lidah. 1. Kisah Firaun dan Nabi Musa.  Suatu ketika Nabi Musa ditanya oleh Firaun Firaun: Kalau menurut Anda Allah adalah Tuhan, lalu siapakah itu Tuhan yang Anda Agung - Agungkan itu?  Musa: Ia adalah Tuhan langit dan bumi.  Kalimat Nabi Musa tersebut adalah benar, namun tidak bisa meruntuhkan logika Firaun. Firaun lantas membalas, F...

Pentingnya Memahami Ayat Secara Kontekstual Bukan Tekstual

al-Isra ayat 23 Memahami ayat/hadits haruslah secara kontekstual, berdasarkan keterangan para Ulama yang benar - benar Ulama secara Ilmu dan Akhlak, bukan Ulama 'buatan' baik itu buatan golongan, partai dan lain sebagainya yang disesain untuk kepentingan tertentu. Sangat berbahaya sekali apabila kita memahami ayat hanya secara tekstual saja, bahkan terjemahan Indonesia-nya bukan teks arab asli. Misal begini. Lihat al Isra ayat 23. Ayat yang umum di telinga teman - teman tentang larangan durhaka kepada orang tua. Ayat tersebut melarang kita membentak orang tua, menyuruh mengucapkan yang baik - baik kepada orang tua dan bahkan  hanya mengucapkan "ah" pun dilarang. Lalu coba kita terapkan pehaman tekstual dalam kehidupan. Ada seorang laki - laki, sebut saja Zaid, memiliki kedua orang tua yang sudah sangat sepuh, tidak memiliki penghasilan. Suatu ketika kedua orang tua itu meminta bantuan kepada Zaid untuk dikirimi uang untuk biaya makan sehari - hari. Zaid tidak me...