Skip to main content

Kembalinya Hagia Sophia

Hagia Sophia. Sumber Gambar: Google


Alhamdulillah
Segala Puji hanya kepada Allah
Rabbul Izzati
Rabbul Alamin
Tuhan semesta alam

Berkat rahmat-Nya, Hagia Sophia telah kembali menjadi Masjid. Sebagai muslim, sudah sepatutnya kita merasa bangga. Bangunan megah dan indah tersebut telah menjadi tempat sujud kepada Yang Haq.

Terlepas dari kontroversi perubahan statusnya, dari Museum menjadi Masjid, dan pro-kontra media, saya menyayangkan ada beberapa muslim, terlebih cendekiawan muslim, yang menyoal perubahan status Hagia Sophia dengan menyinggung dalil sikap Sayyidina Umar. Mereka berdalil bahwa ketika Sayyidina Umar berhasil menakhlukkan Yerusalem, sang khalifah tidak merusak tempat ibadah agama lain dan memilih sholat di tempat lain yang kemudian menjadi Masjid. Mereka menyinggung fenomena toleran Sayyidina Umar ini dengan fenomena perubahan status Hagia Sophia.

Saya bukan pendukung khilafah ala HTI atau ala Khawarij Modern, tetapi bukan berarti saya antipati dengan khilafah nubuah Kanjeng Nabi. Saya yakin, haqqul yaqin, bahwa suatu saat nanti, khilafah nubuah Kanjeng Nabi akan terjadi, tetapi semuanya saya serahkan kepada Tuhan tentang cara dan mekanismenya. Biarkan semuanya ini berproses sesuai kehendak-Nya. Dia adalah al-Hadi, agama akan terus jalan bukan karena saya, Anda, atau siapapun, tetapi karena Dia adalah al-Hadi. Agama akan terus jalan sesuai kehendak-Nya. Saya hormat dan patuh dengan Pancasila dan Indonesia karena Pancasila dan Indonesia adalah hasil keputusan bersama Ulama-Ulama kondang tanah air, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Melayu Riau, Jawa, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara, khususnya Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari, Maha Guru Ulama tanah Jawi. 

Kembali ke konteks Hagia Sophia. Saya berpandangan bahwa membenturkan dalil toleran Sayyidina Umar atas penakhlukan Yerusalem tidak apple-to-apple dengan perubahan status Hagia Sophia menjadi Masjid. Sayyidina Umar tidak memerangi orang-orang Yerusalem, tidak mengubah tempat ibadah, dan melindungi keamanan orang-orang Yerusalem, karena mereka sudah menyerah kepada Sayyidina Umar, sehingga statusnya menjadi dzimmi. Dampak dari status dzimmi adalah orang-orang Yerusalem wajib membayar jizyah tetapi mendapat kompensasi seperti dilindungi keamanannya, tidak dirusak/diubah rumah ibadahnya, dan dipenuhi hak-haknya sebagai warga negara.

Berbeda dengan kasus Hagia Sophia. Perubahan Hagia Sophia dari Gereja Ortodok Yunani menjadi Masjid diperoleh murni karena adanya peperangan antara pasukan Muhammad al-Fatih dengan Kekaisaran Romawi Timur. Hukum lazim yang berlaku saat itu adalah yang kuat menjadi yang menang dan yang berkuasa, sudah menjadi common-law. Kalahnya Kekaisaran Romawi Timur dan menangnya Muhammad al-Fatih membuatnya memiliki kekuasaan penuh atas bekas wilayah Romawi Timur dan berhak mengatur kedaulatan negaranya, termasuk mengubah Hagia Sophia dari Gereja Ortodok Yunani menjadi Masjid. Terlebih, ada beberapa bukti -meskipun debatable keabsahannya- yang menyatakan bahwa Muhammad al-Fatih membeli Hagia Sophia dari petinggi gereja. Jadi jelas sudah bahwa membandingkan sikap toleran Sayydina Umar atas rakyat Yerusalem tidak apple-to-apple dengan perubahan status Hagia Sophia dari Gereja Ortodok Yunani menjadi Masjid. 

Mengenai perubahan status Hagia Sophia di era Presiden Erdogan, itu adalah hak sepenuhnya negara Turki, kedaulatan mutlak negara Turki. Terlebih Pengadilan Tinggi Turki telah memutuskan merestui perubahan Hagia Sophia dari Museum menjadi Masjid. Bahkan tidak layak pula membandingkan perubahan Hagia Sophia dari Museum menjadi Masjid di era Presiden Erdogan dengan fenomena toleran Sayyidina Umar atas orang-orang Yerusalem.

Kalau Anda masih keukeuh/ngeyel bahwa tindakan perubahan status Hagia Sophia baik pada abad 14 masa Sultan Muhammad al-Fatih dari Gereja Ortodok Yunani menjadi Masjid, maupun abad 21 masa Presiden Erdogan dari Museum menjadi Masjid, dengan dalih tidak boleh merubah tempat ibadah agama lain, meskipun memiliki kekuasaan yang sah, baik lewat peperangan zaman Sultan Muhammad al-Fatih maupun lewat Pengadilan zaman Presiden Erdogan, bagaimana dengan Kanjeng Nabi di peristiwa Fathul Makkah? Saya yakin Anda pasti pernah mendengar cerita Fathul Makkah.

Saat Fathul Makkah, Kanjeng Nabi tidak memerangi orang-orang Makkah yang memusuhinya, bahkan menjamin kemananan dan keselamatannya karena Makkah telah menjadi kekuasannya. Namun yang perlu diingat dan hal ini sangat relate terhadap perubahan status Hagia Sophia adalah Kanjeng Nabi mengancurkan berhala-berhala di dalam dan sekitaran Ka'bah yang notabene Ka'bah dan berhala adalah tempat ibadah orang-orang kafir Makkah. Bagi orang-orang kafir Makkah, Ka'bah dan berhala adalah tempat ibadahnya, tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Namun ketika Fathul Makkah, Kanjeng Nabi menghancurkan berhala-berhala tersebut dan menjadikan Ka'bah steril dari berhala. Apakah Anda berani menyalahkan tindakan Kanjeng Nabi? Apakah Anda berpikir bahwa Kanjeng Nabi tidak menghormati tempat ibadah agama lain? 

Pikir kembali. Pahami suatu fenomena secara komprehensif bukan hanya sepotong-sepotong. Semoga kita semua senantiasa mendapat rahmat-Nya.

-Deny Putra Hutama-



Comments

Popular posts from this blog

Telaah Makna Bismillah

Basmalah. Sumber Gambar: Google Kita semua telah familiar dengan kalimat Bismillah Apalagi sering diucapkan ketika mengerjakan sholat yang lima Tapi tahukah kita maknanya? 30 Juz dalam al-Qur'an Intinya ada dalam surat al-Fatihah Disebut sebagai Ummul Kitab 7 ayat dalam al-Fatihah Intinya ada dalam kalimat بسم الله الرحمن الرحيم  Kalimat tersebut terdiri dari 19 huruf Dan intinya ada pada huruf Ba ب  Titik pada huruf Ba yang merupakan intinya Inti dari kalimat Bismillah Inti dari surat al-Fatihah Inti dari al-Qur'an Mengapa demikian? Bikana makana بي كان ما كان  Sebab kekuasaan aku (Allah), yang ada menjadi ada Wabi yakunu mayakunu وبي يكون ما يكون Dan hanya sebab aku (Allah), yang akan ada menjadi ada  Hidup kita ada sebab adanya kekuasan-Nya Pun begitu pula semesta raya  Oleh sebab itu Kita diajarkan untuk selalu membaca basmalah Di setiap aktivitas kehidupan Makan, bekerja, jalan-jalan, bahkan berhubungan suami-istri Serta aktivitas-aktivitas lain Dengan tuju...

Kemenangan Di Kampung Rantau

Selamat Idul Fitri. Sumber Gambar: Google Allahu Akbar  Allahu Akbar  Allahu Akbar Lailahaillallahu  Allahu Akbar Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd Segala Puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam Beberapa hari lagi Nama-Nya akan menggema Silih berganti mengumandangkan takbir Menyambut kedatangan hari yang suci Idul Fitri Lebaran kali ini sedikit berbeda dengan lebaran-lebaran yang lalu Tak ada tradisi turun-temurun yang selalu ditunggu Mudik ( Mulih Disik ) Pulang ke kampung halaman Tapi tak apa Semua ini kehendak-Nya Semoga menjadi cerita kehidupan Bahwa Boleh lebaran kali ini tak jumpa kelurga Namun Selepas lebaran nanti jumpa keluarga dengan bangga Berhasil La haula wa laa quwwata illa billah Bi idznillah Allahuma Aamiin  Selamat Idul Fitri  Semoga amal ibadah kita di Bulan Suci diterima Allah Dan kembali ke fitrah diri kita Mohon maaf lahir dan batin -Deny Putra Hutama-

Opini Kasus Pelecehan Seksual IM

Petisi Kasus Ibrahim Malik. Sumber Gambar: Kumparan Minggu-minggu ini jagad lini masa dihebohkan kasus pelecehan seksual kembali. Seakan bertubi-tubi pengaduan para korban pelecehan seksual akhir-akhir ini. Mungkin momennya baik, sedang gencar-gencarnya speak up kasus semacam ini. Sulit memang untuk para korban speak up , perlu momen yang tepat dan para pendamping bantuan hukum. Saya akan memberikan pendapat saya mengenai kasus terduga pelecehan seksual Ibrahim Malik. Dari berbagai portal berita online yang ada, jumlah korban yang diberitakan mengalami kasus pelecehan seksual sebanyak 30 orang. Berikut adalah lini masa kasus Ibrahim Malik. Sumber gambar tertera. Dan sang terduga pelaku pelecehan seksual, Ibrahim Malik, pun membalas tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya dengan memberikan klarifiksi melalui akun instagramnya. Sumber Instagram Ibrahim Malik.   Jujur, perasaan saya sangat kecewa, marah dan muak dengan klarifikasi tersebut. Tidak ada satupun pernyatannya dalam 3 lemb...