![]() |
| Galaksi Semesta. Sumber Gambar: Google |
Dimensi ruang dan waktu
Skalanya sangat-sangat lebar
Mulai dari yang terkecil, atomik
Hingga yang terbesar, juta tahun cahaya
Semesta alam raya ini
Yang para profesor antariksa pusing memikirkan ujungnya
Berjuta-juta galaksi
Bahkan untuk skala bumi
Mereka benar-benar tak banyak tahu
Apakah profesor bakteriologi mengerti siklus hidup bakteri di dasar laut palung mariana?
Apakah profesor geologi mengerti keadaan real inti bumi?
Apakah profesor sipil mengerti cara membuat terowongan dari Amerika ke Indonesia?
Tidak
Untuk skala bumi saja pun mereka tak benar-benar mengerti
Sekaliber profesor
Bagaimana bisa alam raya yang megah ini tercipta dari ketiadaan?
Logika atheis memang susah dimengerti
Pasti susah tidur untuk dapat menerima logika atheis
Nggak usah alam raya yang super ini
Cukup contoh sederhana
Bagaimana bisa akal kamu menerima ada kotoran/feses/telek tanpa ada yang nelek/binatangnya?
Bodoh sih kalau saya bilang atheis itu
Maaf ya memang bodoh
Naudzubillahi min dzalik
Kalau kamu manusia normal
Tak perlu mendapat gelar profesor
Pasti logikamu akan menerima bahwa kalau ada telek pasti ada yang nelek
Ada alam raya, ada penciptanya
Ada makhluk, ada khaliq
Jadi
Wujud Tuhan itu sangat jelas
Cetho welo-welo kalau bahasa jawanya
Ad-dhohir kalau bahasa arabnya
Matahari bertasbih padaNya dengan menyinari bumi siang hari
Bulan bertasbih padaNya dengan menyinari bumi malam hari
Gunung-gunung bertasbih padaNya dengan menjadi paku bumi
Air bertasbih padaNya dengan mengalir ke daerah lebih rendah
Pepohonan bertasbih padaNya dengan mengeluarkan oksigen
Bakteri di usus besar bertasbih padaNya dengan mengolah sisa makanan menjadi feses
Semua materi di alam raya ini bertasbih padaNya
Patuh akan perintahNya
Semesta ini gulita tanpaNya
Kalau kita belum bisa melihat wujud Tuhan dengan semua kebesaranNya
Ada yang salah dengan kita
Sesuai dengan hikmah dari Syaikh Ibnu Athailah as-Sakandari
"Semesta ini seluruhnya gulita. Ia hanya akan diterangi oleh wujud Allah. Siapa yang melihat semesta, namun tidak melihatNya disana atau tidak melihatNya ketika, sebelum atau sesudah melihat semesta, berarti ia telah disilaukan oleh cahaya-cahaya lain dan terhalang dari surya makrifat karena tertutup tebalnya awan dunia".
Ya, problem-nya adalah kita
Ada cahaya-cahaya lain yang menutupi tersampainya Nur Ilahi
Logikanya sederhana
Wujud Tuhan tidak diketahui akal karena kemunculanNya sangat dahsyat
Kemunculan dahsyat itu tak bisa diketahui orang-orang yang lemah
Seperti halnya dengan seekor kelelawar
Kelelawar hanya mampu melihat di malam hari sedangkan siang harinya tak bisa melihat apa-apa
Bukan berarti siang hari tidak ada
Namun
Kuatnya kemunculan siang dan lemahnya penglihatan kelelawar yang menjadikannya tak mampu melihat siang
Simple as that
Kita tak mampu merasakan kehadiratNya
Itupun juga tanda-tanda kekuasanNya
Dawuh Syaikh Ibnu Athailah as-Sakandari
"Diantara tanda kekuasaan Allah adalah Dia mampu menghalangimu dari melihatNya dengan sesuatu yang tidak ada".
Tuhan menampakkan segala sesuatu dengan cahaya wujud dari gelapnya ketiadaan
Jika wujud segala sesuatu bergantung pada cahayaNya
Mustahil sesuatu itu menutupiNya
Yang membuatNya terselubung dan tidak tampak
Allah-lah yang menampakkan segala sesuatu
Agar orang-orang berakal menjadikan semua itu sebagai bukti kebesaranNya
Dia jelaskan diriNya melalui nama-nama mulia
Asmaul Husna
Manusia, binatang, tumbuhan, bakteri, protozoa
Hidup bukan sesuai kehendaknya sendiri
Dia yang Maha Menghidupkan (al-Hayyu)
Mati juga bukan sesuai pilihannya sendiri
Dia yang Maha Mematikan (al-Mumiit)
Saat memberi kepada manusia yang meminta
Dia memperlihatkan sifat Maha Memberi (al-Mu'thi)
Saat menahan pemberian kepada manusia yang meminta
Dia memperlihatkan sifat Maha Mencegah (al-Maani')
Dia memberi rizki kepada semua makhluk tanpa pernah habis (ar-Rozzaaq)
Sekali lagi
WujudNya jelas sejelas-jelasnya
"Bagaimana bisa Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia yang menampakkan segala sesuatu? Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak bersama segala sesuatu? Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak pada segala sesuatu? Bagaiman bisa Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak untuk segala sesuatu? Bagaiman mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak sebelum keberadaan segala sesuatu? Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia lebih tampak daripara segala sesuatu? Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia Esa tanpa ada yang bersamaNya? Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada segala sesuatu? Bagaiman mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal jika bukan karena Dia, wujud segala sesuatu tidak akan ada? Sungguh aneh, bagaimana mungkin keberadaan (wujud) bisa tampak dalam ketiadaan (adam)? Atau bagaimana bisa sesuatu yang baru (Hadits) bersanding dengan Yang Maha Dahulu (Qodim)?" - Ibnu Athailah as-Sakandari
Maha Benar Allah
Dengan Segala FirmanNya
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment