![]() |
| Hijrah? Sumber Gambar: Google |
Tuhan menciptakan manusia dengan beragam peran
Sadar atau tidak
Lihat di sekeliling kita
Ada manusia-manusia yang "mengatur" dunia
Ada manusia-manusia yang "mengatur" agama
"Mengatur" karena secara ilmu hakikat
Manusia hanya objek, bukan subjek
Manusia-manusia yang mengatur dunia
Ada pemimpin negara dari tingkat RI1 hingga RT1
Ada pengusaha beserta karyawannya
Ada penyedia jasa berbagai bidang
Ada pegiat seni dan budaya
Ada pelajar dari tingkat professor hingga bachelor
Semua profesi itu baik
Dengan catatan
Mereka tidak meninggalkan kewajiban mereka sebagai hamba
Asal rukun Islam-nya jalan, maka itu baik
Ya meskipun hanya yang wajib-wajib saja
Namun
Ada beberapa dari mereka yang "capek"
Ingin meninggalkan profesi mereka
Ingin lebih dekat dengan Tuhan
Merasa jauh dari Tuhan
Padahal dari sebagian mereka
Barangkali memiliki kewajiban terhadap keluarga
Apakah keinginan mereka itu baik?
Apakah itu tanda-tanda mereka ingin dekat dengan Tuhan?
Syaikh Ibnu Athailah as-Sakandari
Dalam al-Hikamnya
Ngendikan
"Keinginanmu untuk keluar dari urusan dunia padahal Allah telah menempatkanmu disana adalah syahwat yang samar, dan keinginanmu untuk masuk kedalam urusan dunia padahal Allah telah mengeluarkanmu dari sana adalah kemunduran dari cita-cita yang luhur"
Maka
Hati-hati terhadap keinginanmu
Keluar dari profesimu dan ingin dekat dengan Tuhanmu
Padahal profesimu menjamin engkau bisa menjalankan rukun Islam-mu
Kau dapat melaksanakan sholat, puasa dan zakat
Boleh jadi itu adalah syahwat yang samar
Dikatakan syahwat sebab boleh jadi itu hanya nafsumu saja bukan keinginan Tuhanmu
Keinginanmu dekat dengan Tuhan agar engkau dinilai sholeh
Agar engkau dinilai ahli ibadah, dekat dengan Tuhan
Dikatakan samar sebab boleh jadi hanya lahirmu yang ingin dekat dengan Tuhan
Sedangkan batinmu ingin engkau dikenal dekat dengan Tuhan
Pikir lagi
Tafakur diri
Itu nafsumu atau keinginan Tuhanmu
Pun begitu dengan manusia-manusia yang mengatur agama
Ada mereka yang tampak
Ulama, Habaib, Kyai, Tokoh Agama
Ada mereka yang tidak tampak
Wali-waliNya yang ditutupi ke-wali-annya
Boleh jadi terbesit dipikiran mereka
Ingin keluar dari mengurusi agama
Dan andil dalam hiruk-pikuk dunia
Ada yang dari mereka sejatinya ahli ilmu
Namun
Sibuk mengurusi urusan dunia hingga masyarakat kehilangan panutan
Sibuk menduniakan ilmunya, memasang tarif berguru
Maka
Menurut hikmah al-Hikam diatas
Boleh jadi yang demikian itu adalah
Kemunduran dari cita-cita yang luhur
Tuhan telah mencukupkan atas dirimu
Hidupmu, rezekimu, jodohmu
Memuliakanmu dengan ketitipan ilmu-Nya
Namun
Engkau menurunkan derajatmu dari cita-cita luhur
Mengurusi urusan dunia yang Tuhan telah melepaskanmu dari sana
Tentukan posisi kita dalam kehidupan
Boleh jadi kita yang termasuk mengurusi dunia atau mengurusi agama
Semuanya baik
Karena itu pilihan Tuhan atas kita
Jangan mengira hanya pemuka agama yang dekat dengan Tuhan
Mereka yang mengurusi dunia boleh jadi dekat dengan Tuhan
Bukankah kita telah diberi teladan
Dari sahabat Nabi yang mulia
Sayyidina Utsman bin Affan
Businessman, dengan kekayaan 8000 ton emas
Tapi menjadi khalifatu Rasulillah dan jaminan surga untuknya
Saya menulis ini karena sedikit risau
Ada beberapa orang yang ingin balik haluan
Dari mereka yang sebelumnya menjadi manusia pengurus dunia
Pekerja
Yang dengan pekerjaannya itu bisa menghidupi keluarganya
Ibadahnya juga jalan
Namun memilih meninggalkan itu semua
Tafakur diri
Boleh jadi itu pilihan Tuhan atas dirimu
Atau hanya hawa nafsu yang menguasaimu
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment