![]() |
| Putus Asa. Sumber Gambar: Google |
Makhluk tempat khilaf dan salah
Detik demi detik
Dosa bertambah
Baik yang sadar maupun tidak
Kontradiktif terhadap amal dan kebaikan
Tapi
Sebesar apapun dosa kita
Bak gunung tertinggi di dunia
Bak seluas samudera Hindia
Masih Tinggi
Masih Besar
Masih Maha
Rahmat Tuhan Semesta Alam
Dia jelaskan sifat-Nya sendiri
al-Ghofur
Maha Pengampun
Syaikh Ibnu Athailah as-Sakandari
Dalam kitab al-Hikamnya
Dawuh dengan jelas
"Diantara tanda-tanda mengandalkan amal kebaikan adalah berkurangnya rasa harap atas Rahmat Tuhan ketika dirinya khilaf"
Makna hikmah tersebut sangat dalam
Bahwasanya jangan sampai kita putus asa atas Rahmat Tuhan ketika kita sedang berada dalam kesalahan
Jangan berlarut-larut dalam kesedihan
Logikanya harus dibalik
Bersyukur bahwa Tuhan mengetuk hati kita
Menyadari kesalahan
Memiliki kemauan kembali ke jalan-Nya
Hikmah tersebut juga membuka perspektif tipikal penghambaan manusia
Ada tipikal ahli ibadah (abid)
Mereka melakukan amal dan kebaikan
Demi "tiket" surga dan selamat siksa
Mereka tak mengharapkan rahmat Tuhan ketika khilaf
Mereka telah menghitung balancing amal dan dosa
Penghambaan model pedagang
Ada tipikal ahli wushul (murid)
Mereka melakukan amal dan kebaikan
Demi berharap dekat dengan Tuhan
Pengambaan model pedagang yang samar
Ada tipikal ikhlas
Mereka mengenal Tuhan-nya (arif)
Mereka berkeyakinan bahwa manusia hanya objek
Subjeknya adalah Tuhan
Apabila mereka melakukan kebaikan
Mereka sadar bahwa yang demikian adalah Anugerah Tuhan yang diberikan kepadanya
Mereka tak mengharap apapun
Ora ndue pengarep-arep marang Pengeran nalikane ngamal
Semoga Tuhan memasukkan kita kedalam kelompok arif
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita
Untuk melakukan kebaikan
Baik beribadah kepada-Nya
Maupun berbuat baik kepada sesama manusia
Maha Suci Allah
Tuhan Yang Maha Tinggi
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment