![]() |
| Ikhlas. Sumber gambar: Google |
Bagi sebagian orang masih bertanya - tanya
Bagaimana caranya ikhlas?
-Deny Putra Hutama-
Sebetulnya ikhlas itu mudah sekali
Apabila kita mengetahui ilmunya
Namun umumnya kita sulit menerapkannya
Banyak terbesit dipikiran kita
Berharap orang yang kita tolong dapat kembali menolong kita suatu saat nanti
Berharap orang - orang mengingat kebaikan kita dan jasa - jasa kita
Marah - marah apabila orang yang kita tolong tidak kembali menolong kita saat kita sedang membutuhkan pertolongan
Kecewa dan mengumbar - umbar keburukan seseorang
Itu semua adalah logika kapitalis
Jika kamu menolong maka akan ditolong
Jika kamu berbuat baik maka akan mendapatkan kebaikan
Ya jelas susah ikhlas kalau logika yang dipakai adalah logika kapitalis
Coba kita menggunakan logika ilmu hakikat
Contoh
Kita menolong teman yang sedang susah
Kita kembalikan ke ilmu hakikat
Alhamdulillah
Terima kasih Tuhan, Panjenengan telah mentakdir saya untuk bisa menolong teman saya yang sedang kesusahan
Saya bisa punya uang ya karena rahmat Panjenengan
Saya bisa kerja ya karena saya sehat
Saya sehat ya karena semua organ - organ tubuh sehat
Semuanya karena rahmat Panjenengan
Sekali lagi terima kasih Tuhan
Panjenengan telah mentakdir saya menolong teman yang kesusahan
Kalau logika ilmu hakikat sudah menjadi nalar pikir kita
Mustahil kita berharap imbalan
Ngundat - undat kalau bahasa jawanya
Mustahil kita berharap balasan dari Tuhan sekalipun, seperti berharap Surga
Wong kita bisa menolong karena rahmat Tuhan
Masa sudah dikasih oleh Tuhan terus minta imbalan kepada Tuhan
Pasti akal kita otomatis menolak logika cacat ini
Kalau kita sudah menerapkan ilmu hakikat ini dalam kehidupan sehari - hari
Orang mau tidak membalas kebaikan kita ya ndak masalah
Orang mau jahat kepada kita, setelah kita yang menolong mereka disaat susah ya ndak masalah
Yang ada di pikiran kita adalah Tuhan
Syukur karena kita ditakdir dapat menolong orang
Syukur karena kita menjadi hamba pilihan yang ditakdir menolong orang
Blas tidak ada terbesit pikiran imbalan
Dan akhirnya hati kita lega
Bisa ikhlas
Yang penting adalah ridhonya Allah
Wa ridhoka mathlubi
(ridhoMu yang aku cari)
(ridhoMu yang aku cari)
Bukan ridhonya manusia
Tidak ada itu al-Qurannya yang demikian itu
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment