![]() |
| Macapat. Sumber gambar: Google |
Tembang Macapat
Bukan sembarang tembang
Berjumlah sebelas
Sarat makna berkelas
Macapat
Yang berarti membaca yang empat
Moco ingkang papat
Yaitu
Sedulur papat limo pancer
Manusia
Terdiri dari dua komponen
Jasad dan ruh
Jasad terbentuk dari sel sperma dan ovum
Ruh terbentuk dari Nur Tuhan
Tapi secara Hakikat
Dua - duanya tercipta sebab qudrah Tuhan
Baina Kaf wa Nun
Ruh turun ke alam dunia tidak sendiri
Dibarengi dengan saudaranya
Empat saudara
Sedulur papat
Lima diri sendiri
Limo pancer
Kakang kawah, adi ari - ari, getih, puser
Air, api, udara, tanah
Maskumambang
Kemambange ruh saat bertemu sang jasad
Dalam alam kandungan Ibu
Di usia 4 bulan
Jodoh, pati, rejeki, sudah tertulis
Bersamaan dengan pengakuan sang ruh
Bahwa Allah adalah Tuhannya
Mijil
Saat sang janin genap berusia 9 bulan
Saatnya mijil ke alam dunia
Ngelakon
Berproses
Hidup dan berkembang
Kinanthi
Hari berganti menjadi tahun
Ia telah memasuki masa kanak - kanak
Sing kanthi niti bocah
Harus dibekali agama dan akhlak
Pondasi pokok harus tertanam
Agar tak goyang terkena angin luar
Sinom
Bocah itu telah remaja
Sampun dados tiang nom
Sudah mulai menggunakan akal pikiran
Berelasi dengan sosial
Apabila pondasi awal sudah kokoh
Tak mempan diterjang angin luar
Menyerap hal baik
Membuang hal buruk
Asmarandana
Bocah itu semakin ingin melihat dunia
Lebih luas
Memperlebar wawasan
Memperbanyak relasi
Sampai kepada hubungan asmara
Dua sejoli adam dan hawa
Gambuh
Setelah menjalin asmara
Merasa cocok dan yakin akan pilihan cinta
Ingin ke jenjang yang lebih serius
Lha lek wes jumbuh banjur digatuake
Di dalam ikatan pernikahan
Sakral
Atas nama Tuhan
Memohon ridho Tuhan
Memohon ridho orang tua
Menyatukan dua keluarga
Dandhanggula
Status sosial telah berubah
Menjadi Bapak dan Ibu
Berkeluarga
Merasakan pahit manis rumah tangga
Dandhang sing rasane pahit
Gula sing rasane legi
Dua perkara yang pasti ada
Hingga pada akhirnya
Semakin menguatkan
atau
Justru melemahkan
Darma
Usia sudah tidak muda lagi
Sudah manjing
Saatnya ber-darma bakti
Atas apa yang dimiliki
Dengan ilmunya
Dengan hartanya
Dengan tahtanya
Untuk agama, bangsa dan negara
Pangkur
Lepas masa - masa berbakti dan mengabdi
Tak terasa hidup telah di pungkur umur
Sudah saatnya mendekatkan diri
Memperbanyak Ibadah
Sembahyange
Ngajine
Sedekahe
Wejangane
Wes ora wayahe kedonyan
Megatruh
Kalau sudah dawuh waktunya
Akan lepas ruh dengan jasad
Megat ruh
Sangkan paraning dumadi
Semua kembali ke yang Maha memiliki
Pucung
Kalau sudah innalillahi
Semua berduka
Keluarga, kerabat, sanak family
Dimandikan
Dikafankan
Disholatkan
Mucung
Saatnya menempati tempat yang kecil
Barzakh
Antara dunia dan akhirat
Tempat pertama pertanggung jawaban
Selama hidup di dunia
Seyogyanya
Hidup harus berbuat baik
Hablumminallah
Hablumminannas
Agar bahagia dunia akhirat
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment