Tulisan saya 22 April 2016
Tuhan menciptakan manusia dengan sesempurna dan sebaik - baiknya menurut versi-Nya. Sempurna versi-Nya dengan sempurna versi makhluk ciptaanNya tentulah berbeda. Kita, manusia, tidak tahu bagaimana kriteria sempurna versi Tuhan. Yang pasti, kriteria sempurna versi manusia adalah memiliki kelebihan sebanyak - banyaknya dan tanpa kekurangan. Pernah mendengar kalimat bijak ini "Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan". Anda pasti tidak asing dengan kalimat bijak tersebut. Ya itu memang benar. Kelebihan yang kita miliki adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita dan harus kita manfaatkan sebaik mungkin agar bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Dan kekurangan yang kita miliki juga adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita dan harus kita olah sebaik mungkin agar kekurangan yang kita miliki minimal bermanfaat untuk diri sendiri, syukur - syukur bermanfaat untuk orang lain. Ada sebagian orang yang menyalahkan kekurangan, mengkambing hitamkan kekurangan yang Tuhan berikan dengan menganggap dirinya tidak berguna. Seperti saya ini bodoh, susah sekali belajar matematik, tidak pernah faham ketika dosen atau guru menerangkan, dan alasan lain yang ujung - ujungnya menjudge kalau dirinya bodoh dalam hal matematik, dirinya memiliki kekurangan yaitu bodoh. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menciptakan kebodohan, yang ada hanyalah ketidakmauan kita untuk belajar yang membuat kita menjadi tidak tahu apa -apa, yang kemudian orang - orang menyebutnya bodoh. Ini adalah kesalahan tebesar dari manusia yang pernah saya dengar dan saya lihat, menyalahkan kekurangan di dirinya sendiri. Mengapa kesalahan terbesar? Berikut saya ilustrasikan.
Setiap logam pasti memiliki kekurangan atau lazim disebut ketidaksempurnaan. Tapi sadarkah kalian, kalau logam bisa memanfaatkan ketidaksempurnaan yang dimilikinya. Salah satu ketidaksempurnaan yang dimiliki logam adalah adanya barisan atom dalam kristal yang misalignments atau lazim disebut dislokasi. Ketika logam diberi beban atau gaya, hal ini menyebabkan dislokasi bergerak, fenomena ini disebur slip. Slip akan bergerak ke arah slip yang linear density-nya paling padat dan bidang yang ditinggalkannya adalah bidang yang planar density-nya paling padat. Kenapa slip memilih linear density dan planar density yang paling padat? Karena slip tahu, dengan planar density dan linear density yang padat, pergerakan slip menjadi lebih cepat yang pada akhirnya membuat logam menjadi gagal (Note: slip terjadi jika tegangan geser urai lebih besar dari tegangan geser urai kritis). Gagal dalam hal ini bisa bermakna positif bisa bermakna negatif. Makna positifnya adalah kita bisa dengan mudah membentuk logam (forging, stamping, dll) dan memerlukan energi yang lebih rendah dalam pembentukannya. Makna negatifnya adalah logam tidak seperti yang kita inginkan, seperti patah sebelum umur yang diprediksi, dan lain sebagainya. Tapi buang dulu makna negatif, cermati makna positif. Bayangkan saja bila susunan atom - atom dalam kristal suatu logam sempurna, tanpa adanya cacat, termasuk dislokasi, betapa sangat tidak bergunanya logam tersebut. Tidak bisa dibentuk, dan kalaupun bisa membutuhkan energi yang jauh lebih besar dari susunan atom - atom dalam kristal yang tidak sempurna.
Itu tadi hanya siloka saja. Ambil intinya. Jadi sangat jelas mengapa orang yang menyalahkan kekurangan di dirinya sendiri saya sebut telah melakukan kesalahan terbesar. Bayangkan saja, logam bisa memanfaatkan kekurangan yang dimilikinya untuk kemudian memberikan manfaat, masa manusia tidak. Jadi, kalau Anda punya kekurangan, jangan patah semangat. Saat Anda lemah pada suatu bidang, yakinlah Tuhan memberikan kelebihan pada bidang lain. Cari potensi Anda. Cari cara bagaimana kekurangan yang Anda miliki bisa memberi manfaat minimal untuk diri Anda sendiri, syukur -syukur memberi manfaat untuk orang lain. Jadi masih menganggap kekurangan di diri sendiri ini sebagai musibah? MALU SAMA LOGAM ;)
-Deny Putra Hutama-
![]() |
| BCC Model. Sumber Gambar: Google |
Tuhan menciptakan manusia dengan sesempurna dan sebaik - baiknya menurut versi-Nya. Sempurna versi-Nya dengan sempurna versi makhluk ciptaanNya tentulah berbeda. Kita, manusia, tidak tahu bagaimana kriteria sempurna versi Tuhan. Yang pasti, kriteria sempurna versi manusia adalah memiliki kelebihan sebanyak - banyaknya dan tanpa kekurangan. Pernah mendengar kalimat bijak ini "Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan". Anda pasti tidak asing dengan kalimat bijak tersebut. Ya itu memang benar. Kelebihan yang kita miliki adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita dan harus kita manfaatkan sebaik mungkin agar bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Dan kekurangan yang kita miliki juga adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita dan harus kita olah sebaik mungkin agar kekurangan yang kita miliki minimal bermanfaat untuk diri sendiri, syukur - syukur bermanfaat untuk orang lain. Ada sebagian orang yang menyalahkan kekurangan, mengkambing hitamkan kekurangan yang Tuhan berikan dengan menganggap dirinya tidak berguna. Seperti saya ini bodoh, susah sekali belajar matematik, tidak pernah faham ketika dosen atau guru menerangkan, dan alasan lain yang ujung - ujungnya menjudge kalau dirinya bodoh dalam hal matematik, dirinya memiliki kekurangan yaitu bodoh. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menciptakan kebodohan, yang ada hanyalah ketidakmauan kita untuk belajar yang membuat kita menjadi tidak tahu apa -apa, yang kemudian orang - orang menyebutnya bodoh. Ini adalah kesalahan tebesar dari manusia yang pernah saya dengar dan saya lihat, menyalahkan kekurangan di dirinya sendiri. Mengapa kesalahan terbesar? Berikut saya ilustrasikan.
Setiap logam pasti memiliki kekurangan atau lazim disebut ketidaksempurnaan. Tapi sadarkah kalian, kalau logam bisa memanfaatkan ketidaksempurnaan yang dimilikinya. Salah satu ketidaksempurnaan yang dimiliki logam adalah adanya barisan atom dalam kristal yang misalignments atau lazim disebut dislokasi. Ketika logam diberi beban atau gaya, hal ini menyebabkan dislokasi bergerak, fenomena ini disebur slip. Slip akan bergerak ke arah slip yang linear density-nya paling padat dan bidang yang ditinggalkannya adalah bidang yang planar density-nya paling padat. Kenapa slip memilih linear density dan planar density yang paling padat? Karena slip tahu, dengan planar density dan linear density yang padat, pergerakan slip menjadi lebih cepat yang pada akhirnya membuat logam menjadi gagal (Note: slip terjadi jika tegangan geser urai lebih besar dari tegangan geser urai kritis). Gagal dalam hal ini bisa bermakna positif bisa bermakna negatif. Makna positifnya adalah kita bisa dengan mudah membentuk logam (forging, stamping, dll) dan memerlukan energi yang lebih rendah dalam pembentukannya. Makna negatifnya adalah logam tidak seperti yang kita inginkan, seperti patah sebelum umur yang diprediksi, dan lain sebagainya. Tapi buang dulu makna negatif, cermati makna positif. Bayangkan saja bila susunan atom - atom dalam kristal suatu logam sempurna, tanpa adanya cacat, termasuk dislokasi, betapa sangat tidak bergunanya logam tersebut. Tidak bisa dibentuk, dan kalaupun bisa membutuhkan energi yang jauh lebih besar dari susunan atom - atom dalam kristal yang tidak sempurna.
Itu tadi hanya siloka saja. Ambil intinya. Jadi sangat jelas mengapa orang yang menyalahkan kekurangan di dirinya sendiri saya sebut telah melakukan kesalahan terbesar. Bayangkan saja, logam bisa memanfaatkan kekurangan yang dimilikinya untuk kemudian memberikan manfaat, masa manusia tidak. Jadi, kalau Anda punya kekurangan, jangan patah semangat. Saat Anda lemah pada suatu bidang, yakinlah Tuhan memberikan kelebihan pada bidang lain. Cari potensi Anda. Cari cara bagaimana kekurangan yang Anda miliki bisa memberi manfaat minimal untuk diri Anda sendiri, syukur -syukur memberi manfaat untuk orang lain. Jadi masih menganggap kekurangan di diri sendiri ini sebagai musibah? MALU SAMA LOGAM ;)
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment