![]() |
| Iman. Sumber Gambar: Google |
Pernahkah Anda iseng bertanya kepada siapapun, baik itu dosen, rektor, pengusaha, pejabat, karyawan, tukang gorengan, bahkan maaf lonte sekalipun, 1+1= berapa???. Pasti kompak mereka menjawab 1+1=2. Itulah kebenaran absolut. Kebenaran mutlak yang tak perlu mengiming - imingi orang lain agar menjawab 2, asalkan orang itu waras pasti akan menjawab 2. Itulah Hakikatnya Allah sebagai Rabbul 'aalamiin, Tuhan Semesta Alam. Allah sebagai Tuhan semesta Alam itu adalah kebenaran absolut, yang tidak perlu legitimasi makhluk untuk membenarkan keabsolutan-Nya. Pun demikian, sejatinya, sebagai muslim yang baik, yang sadar akan kehambaannya dihadapan Khaliq-nya, tak perlu meminta legitimasi makhluk lain untuk membenarkan keabsolutan-Nya. Tak perlu diiming - imingi Surga dulu baru menyembah-Nya, tak perlu diiming - imingi Bidadari dulu baru taat kepada-Nya, tak perlu meminta mukjizat dulu baru taqwa kepada-Nya. Surga, Bidadari, Mukjizat dan hal lainnya adalah makhluk, yang sangat tidak pantas untuk melegitimasi Khaliq-nya.
Saya sendiri tidak sependapat ada beberapa ulama, sebut saja ustadz istilah bekennya, yang menggaung - gaungkan untuk mendapatkan pahala, surga sampai bidadari dalam ibadahnya. Apa kita lupa, bahwa betapa kecil semuanya itu dibanding melihat Rabb-nya saat di hari pembalasan nanti? Apalah Surga dan Bidadari itu sanggup memalingkan kita dari melihat Rabb kita? Sungguh kalaupun itu sanggup adalah kesia - siaan yang nyata.
Jangan kotori ibadah kita dengan itung - itungan pahala yang kita dapat. Saya hari ini sudah sholat 5 waktu, sholat sunnah rawatib, tahajjud, dhuha, ngaji, membantu teman yang kesusahan, bersedekah, oh sudah lumayan pahala saya hari ini. Pernah kalimat seperti itu saya lihat ataupun dengar dari orang lain. Kalaupun iya diterima semua amalmu dan kamu rutin beramal demikian sampai akhir hayatmu, sampai umur berapa kira - kira kamu bisa melakukannya? Mungkin mentok di usia 80 Tahun. Bagaimana kalau Tuhan juga itung - itungan dengan kamu, di Surga ya cuma 80 Tahun. Padahal Selama - lamanya akhirat, tak terbatas. Mau kemana selepas 80 Tahun?
Tuhan, lingdungilah saya dari kesalah pahaman dalam memahami Agama-Mu, bimbinglah saya ke dalam Majelis yang Engkau Ridhoi, yang lurus Fardhu Karena Allah untuk setiap ibadah - ibadahku. Lindungilah aku dari itung - itungan pahala di setiap ibadahku. Bimbinglah aku agar di setiap ibadahku hanya memohon Ridho-Mu. Tak kurang Tak lebih.
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment