![]() |
| Ulat sutera. Sumber Gambar: Google |
Siapa yang tak tahu kain sutra
Kain mewah, cantik nan elegan
Yang hanya kaum tertentu yang biasa memakainya
Sebut saja kaum papan atas, high class atau Borjuis
Tapi ada hal menarik yang dapat kita ambil dari kain sutra
Dari proses pembuatannya
Ya itulah tanda - tanda kebesaran Tuhan
Yang diturunkan melalui proses alamiah
Untuk ditafakuri oleh manusia
Untuk dijadikan sebuah ilmu
Bagi mereka yang mau berpikir
Bukankah demikian sindiran Tuhan kepada manusia?
Kain sutra
Yang begitu mewahnya
Awalnya hanya dari seekor ulat
Ulat yang menjijikkan bagi sebagian manusia
Dari ulat bertransformasi menjadi kepompong
Kepompong itulah yang akan mengeluarkan sari - sari benangnya
Dipintal benang tersebut dengan hati - hati, teliti agar tidak putus benangnya
Pintalan benang sutra yang panjang itu
Yang tanpa putus sedikitpun
Menjadi cikal bakal barang berharga
Pun demikian dengan hakikatnya manusia
Tak boleh memutuskan pintalan benang tersebut
Baik kepada Sang Khalik, Penciptanya
Maupun kepada sesama makhluk
Hablumminallah & Hablumminannas
Ya redaksi kalimatnya kira - kira seperti itu
Apabila hubungan manusia dengan Penciptanya baik
Menjalankan segala perintahNya
Menjauhi segala laranganNya
Menyadari hakikatnya manusia adalah makhluk
Yang lemah, tiada daya, upaya, kekuatan
Tiada kesombongan akan harta, tahta dan ilmu
Tunduk setunduk - tunduknya
Pasti akan mendapatkan apa yang disebut benang sutra tersebut
Apabila hubungan manusia dengan sesama makhluk Tuhan pun baik
Ilmu akhlak dijalankan
Welas asih
Rahman Rahim
Silih asah, silih asuh, silih wasiatan, silih seungitan
Baik kepada sesama manusia itu sendiri
Maupun kepada semesta dan seisinya
Niscaya pasti akan mendapatkan apa yang disebut benang sutra tersebut
-Deny Putra Hutama-

Comments
Post a Comment